5 Kekuatan Kompetitif yang Membentuk Bisnis Anda

five competitive force, Michael Porter (and a half)

1
97
Michael Porter - Five competitive force that shape your business

Esensi dari strategi yang dibuat adalah untuk mengatasi persaingan yang terjadi. 5 kekuatan kompetitif yang populerkan oleh Michael Porter  menjadi sangat krusial dalam kondisi persaingan seperti sekarang ini. Five Competitive Force akan membantu kita menganalisa kondisi persaingan yang ada. Alih-alih menyalahkan “bad luck” atau pasar memang sedang turun, ada baiknya dilihat dari berbagai sudut pandang terlebih dahulu.

Selain persaingan dengan pesaing didalam existing industry(1), adanya New Entrance(2) perlu dipertimbangkan, dengan adanya new entrans berarti permintaan akan bahan baku menjadi naik. Hal tersebut akan meningkatkan bargaining power of Suppliers(3). Bertambahnya pemain baru di industry akan menguntungkan pelannggan dengan banyaknya pilihan barang / merek yang ada di pasar. Naiknya Bargaining power of Customers(4) sedikit banyak akan mengubah pola persaingan dan bentuk bisnis di industri.

Ancaman dari adanya barang / jasa pengganti(5) tentunya menjadi ancaman serius bagi industri. Tidak hanya akan mengurangi keuntungan, tapi bisa jadi akan menghapus industri yang ada. Selain 5 kekuantan kompetitif (current competitor, new entrance, supplier, customer dan substitute product/service), satu lagi yang berpotensi besar mengubah pola dan bentuk bisnis. Yaitu Government atau kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah.

5 Kekuatan Kompetitif - Michael Porter
5 Kekuatan Kompetitif – Michael Porter – [HBR Visual Library]

Strategi lain yang terkanal dalam membentuk strategi dan pola bisnis adalah strategi Blue Ocean. Banyak yang membandingkan Blue Ocean Strategy dengan Five Competitive Force yang dikeluarkan oleh Michael Porter ini. Kali ini kita tidak membandingkan keduanya, ada baiknya kita pelajari dulu kekuatan karakteristik dari 5 kekuatan kempetitif. Sehingga akan lebih jelas pemahaman kita sebelum membandingkan dengan Blue Ocean Strategy.

Karakteristik 5 Kekuatan Kompetitif / Five Competitive Force

Five Competitive Force tidak hanya penting digunakan untuk existing player on industry dalam menghadapi persaingan. Pendatang baru, supplier atau bahkan bisnis barang pengganti bisa memanfaatkan strategi ini untuk memetakan industri yang ada dan menyusun Entry Strategy.

Setiap kekuatan kompetitif memiliki kekuatan karakteristik penting. Kita akan diskusikan dibawah ini:

Threat of Entry

New entrants / pendatang baru masuk ke industri membawa kapasitas baru, keingingan untuk mengambil market share, dan beberapa resource penting. Beberapa perusahaan besar melakukan diversifikasi bisnisnya dengan melakukan akuisisi. Dengan sumber daya yang dimilikinya sering kali menyebabkan keguncangan di industri, terutama untuk existing player. Seperti yang dilakukan oleh Philip Morris dengan Miller Beer dan Sampoerna.

Beberapa new entrance lain menggunakan sumber daya modalnya untuk mengguncang existing market. Seperti yang dilakukan oleh perusahaan semen terbesar di dunia Anhui Conch di Indonesia. Juga beberapa startup yang mendapatkan dana besar dari asing mengacak-acak existing market seperti yang dilakukan Go-Jek di industri transportasi umum (ojek dan taxi).

Tingkat keseriusan ancaman dari pendatang baru sangat tergantung pada hambatanyang ada. Juga reaksi yang diharapkan oleh pendatang baru kepada existing competitor. Jika hambatan untuk masuk sangat tinggi dan pendatang baru mendapatkan tekanan yang berat dari existing competitor, tentu pendatang baru tidak akan mendatangkan ancaman yang serius.

Berikut ini 6 hambatan utama bagi New Entrance:

  1. Economies of Scale
  2. Product Differentiation
  3. Kebutuhan akan modal
  4. Cost Disadvantages independent of Size
  5. Akses ke channel distribusi
  6. Kebijakan pemerintah

Changing Condition

Dari sudut pandang strategic, ada dua hal penting yang perlu diperhatikan:

Pertama, industri beruah, tentu saja karena perubahan kondisi. Sebagai contoh, kadaluarsanya paten Polaroid yang menjadi paten dasar instan photography. Tidak mengagetkan jika Kodak langsung tersungkur dari pasar. Tidak ada lagi product differentiation dalam percetakan foto instan, banyak new entrance masuk kedalam industri. Kebalikannya, industri automotif mengalami kenaikan drastis sejak banyaknya otomasi yang dilakukan, ditambah dengan integrasi vertikal dengan pemerintah. Hal ini secara tidak langsung dan langsung berhasil menahan masuk pemain baru.

Kedua, kebijakan strategis pemerintah yang mempengaruhi segment besar dalam industri mempengaruhi keputusan new entrance masuk ke industri. Sebagai contoh di industri elektronik seperti smartphone. Pemerintah membuat kebijakan tentang pemakaian muatan lokal sebasar % tertentu untuk menambah value produk lokal. Hal ini sangat mempengaruhi keputusan new entrance dari asing untuk masuk kedalam negeri. Dari biaya akan sangat berdampak karena harus membangun fasilitas produksi didalam negeri dan menggunakan komponen dalam negeri.Â

Powerful suppliers & buyers

Seberapa kuat posisi tawar Supplier dan Buyer tergantung pada beberapa karakteristik dan situasi pasar:

Kelompok supplier sangat kuat jika:

  • Didominasi oleh sedikit perusahaan saja dan perusahaan yang membutuhkan barang dari supplier tersebut lebih banyak.
  • Produk yang dijual oleh supplier unik dan spesifik. Sehingga akan membutuhkan banyak biaya dan berisiko besar jika akan mengganti supplier baru.
  • Produk dari supplier tidak ada pesaing dan barang penggantinya dan bisa dijual terpisah tanpa harus terkait dengan produk lain. Contoh: persaingan perusahaan baja dan aluminium, supplier dibidang ini sangat powerful.
  • Terkait dengan pengembangan jangka panjang. Supplier bisa memaksa untuk menogisiasi ulang kontrak karena ketergantungan pengembangan tersebut.
  • Industri bukan termasuk pelanggan utama dan kelompok supplier.

Kelompok buyer sangat kuat jika:

  • Pembelian dilakukan secara terkonsentrasi / terpusat (untuk perusahaan holding) atau pelanggan melakukan pembelian dalam jumlah besar.
  • Produk yang dibeli standard atau tidak ada pembedanya dengan produk lain yang serupa.
  • Produk yang dibeli merupakan komponen atau sparepart dari produk yang dijual oleh industri. Pelanggan akan sangat selektif dan menuntut harga yang lebih murah atau akan menggantinya dengan produk lain.
  • It earns low profits, which create great incentive to lower its purchasing costs. Highly profitable buyers, however, are generally less price sensitive (that is, of course, if the item does not represent a large fraction of their costs).
  • Produk merupakan barang / jasa yang kurang penting untuk mendukung produksi dari pelanggan.
  • Produk yang dihasilkan oleh industri yang tidak ada hubungannya dengan peningkatan profitabilitas buyer. Produk yang seperti ini biasanya kurang price sensitive, buyer bisa mencari dan bayar sendiri sesuai dengan kebutuhan, walaupun lebih mahal berkali lipat. Kebanyakan lebih tertarik kepada kualitas dan kredibilitas. Contoh: investment banking dan public accountant, lebih banyak faktor judgement dalam menentukan pemilihan produk / service nya.
  • Pembeli yang sebenarnya bisa membuat sendiri produk yang ditawarkan. Perusahaan terbesar dibidang otomotif biasanya menggunakan bargaining seperti ini untuk mendapatkan produk dengan harga yang lebih miring.

Strategic Action

Aksi strategi yang dilakukan oleh perusahaan dalam industri sangat mempengaruhi kebijakan pembelian dan penjualan. Misal: kebijakan perusahaan untuk tidak lagi menggunakan produk tertentu sebagai bahan produksi. Atau keputusan untuk mengubah segment pasar tertentu dalam penjualannya.

Substitute products

Dengan harga dan manfaat yang lebih, barang pengganti akan sangat mengganggu existing produk. Jika tidak segera melakukan pembenahan, baik di kualitas atau diferensiasi apapun itu. Perusahaan akan mendapat ancaman penurunan pendapatan dan pertumbuhan bisnis.

Rivalry among existing competitors

Persaingan diantara existing competitor dalam industri bisa dikatakan sebagai persaingan memperebutkan posisi dalam market. Menggunakan taktik perang harga, pengenalan produk dan iklan di berbagai media.

 

 

1 COMMENT

Leave a Reply