5 Langkah Menetapkan Strategi Digital Marketing

0
636
Strategi Digital Marketing
Strategi Digital Marketing

Strategi Digital Marketing. Sebelum melakukan kegiatan digital marketing, agar mendapatkan hasil yang maksimal kita perlu sebuah strategi yang jitu. Untuk memulai membuat strategi digital marketing adalah “sesederhana” menentukan apa yang akan kita lakukan, bagaimana cara melakukannya, apa yang kita harapkan dengan action tersebut. Ditambah dengan kapan dan bagaimana kita melakukan pengukuran tingkat kesuksesan digital marketing.

5 Langkah Menetapkan Strategi Digital Marketing

1. Tetapkan Goal yang terukur

Sangat memahami Goal yang ingin dicapai adalah langkah pertama untuk mencapainya.

Contoh:

Andy adalah seorang fotografer, dan sekarang dia membuka layanan baru berupa layanan pembuatan video. Dia ingin agar pelanggan reguler dan calon pelanggan barunya mengetahui bahwa sekarang dia punya dua layanan.

Andy menulis Goal Strategi untuk kampanyenya:

“Saya ingin memastikan 100% pelanggan tetap saya tahu bahwa sekarang saya menawarkan layanan video juga. Saya akan mengirimkan email dan promosi di social media untuk menyampaikan pesan ini selama 2 bulan kedepan. Setelah 3 bulan dari start promosi, saya ingin mendapatkan 1 komisi video sebear minimal 15% dari pelanggan existing.“

2. Kenali Audience Anda

Kenalilah audience anda, tentunya jika kita tidak cukup tahu siapa yang hendak kita ajak komunikasi, pasti kita akan menemukan hambatan. Hambatan dalam mengirimkan pesan yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan dan calon pelanggan.

Bagaimana caranya?

Berita bagusnya kita tidak perlu memanggil konsultan / agency untuk melakukan penelitian. Kita tinggal membuat buyer persona dengan menfiksikan dan mendeskripsikan grup customer kunci kita secara general.

  • Pikirkan tentang siapa customer kita, kelompokkan dalam 3 atau 4 group / keranjang.
  • Ambil masing-masing keranjang dan buat karakter masing-masing.
  • Berikan namam foto, personality dan beberapa hal yang disukai oleh buyer persona.

Template Buyer Persona.

Contoh:

Andy selalu dihubungi untuk mengambil foto wedding dan pra wedding. Biasanya call langsung dari pasangan yang berbahagia. Ini adalah kue utama dari market bisnis nya Andy. Oleh karena itu buyer persona pertama Andy adalah calon pengantin.

Selain wedding photography, Andy juga sering mendapatkan orderan dari UKM dan lokal bisnis. Lokal bisnis ini biasanya memerlukan jasa untuk mengambil foto yang bagus untuk website, brosur dan catalog nya. Buyer persona kedua Andy adalah Dodik, dia punya cafe yang sudah beroperasi selama 3 tahun. Dia ingin mendekorasi ulang cafe nya dan juga membuat website untuk cafe nya.

Andy sangat paham, untuk mengembangkan bisnis fotografinya dia perlu mendapatkan client dari retail besar yang berpusat dikotanya dengan requirement rutin. Andy belum punya customer seperti itu sebelumnya.

Oleh karena itu, buyer persona ketiga Andy adalah manager dari Retailer yang berkantor di dalam kota. Mereka mengeluarkan produk baru setiap bulannya, dan setiap kali mereka melakukannya, mereka butuh fotografi.

3. Kenali Brand Anda

Brand adalah tentang bagaimana dan mengapa customer memilih produk anda dibandingkan kompetitor. Bisa disebut juga, brand adalah personality dari perusahaan. Oleh karena itu sangat penting untuk didefinisikan secara jelas — apa yang anda perjuangkan? Karakter apa yang paling kuat? Bagaimana menerjemahkannya dalam bentuk tampilan, dari gambar di website dan social media, atau tata bahasa dalam email marketing / newsletter.

Berikut ini beberapa pertanyaan untuk melakukan BRAND HEALTH CHECK . Seberapa kenal anda terhadap brand anda?

  1. Siapa Customer anda?
  2. Permasalahan apa yang bisa diselesaikan oleh brand anda?
  3. Benefit apa yang membedakan dengan brand lain?
  4. Apa yang dijanjikan oleh Brand anda?
  5. Rangkai 4 pertanyaan diatas menjadi satu paragraf, anda akan mendapatkan pesan yang unik
  6. Perpendek paragraf (nomor 5) menjadi satu kalimat.

4. Amati Persaingan

Pesaing anda tidak hanya brand / perusahaan yang menjual barang / jasa yang sama. Anda bisa menganalisa pesaing dengan 3 cara:

  1. Direct Competitors – Brand yang menawarkan barang / jasa yang sama dengan anda
  2. Indirect Competitor – Brand yang mungkin mempunyai produk yang berbeda dengan anda, tapi menggunakan budget dan tempat yang sama dengan produk anda
  3. Comparators – Brand yang mempunyai penampakan dan rasa yang sama dengan brand anda, atau brand lain yang sering juga digunakan oleh target market anda.

5. Bersiaplah melakukan pengukuran

Mempunyai ide brillian untuk mendapatkan traffict, membangun brand awareness, dan mengembangkan customer base hanyalah sebuah awalan. Sangat krusial bagi anda tahu bagaimana cara melacak progress apa yang sudah dicapai. Dengan begitu anda akan dengan mudah menyesuaikan rencana berdasarkan hasil yang paling banyak mendapatkan tanggapan dari pelanggan.

Contoh:

Jika anda baru memposting blog yang berisi video didalamnya, lihat berapa banyak:

  1. View post yang didapat
  2. View video
  3. Engagement dengan video (like, comment, share)
  4. Klik pada Blog CTA (Call to Action)
  5. Leads dari blog post
  6. Peningkatan leads jika post dengan video vs tanpa video.

Leave a Reply