7 Kesalahan Penggunaan Social Media yang harus dihindari UKM

0
1195
7 Kesalahan penggunaan social media yang harus dihindari UKM
7 Kesalahan penggunaan social media yang harus dihindari UKM

Tidak diragunkan lagi Social Media merupakan tools, taktik dan strategi marketing paling banyak digunakan saat ini. Hampir semua jenis bisnis termasuk Usaha Kecil Menengah (UKM) menggunakan strategi social media untuk memasarkan dan menjual produknya. Dalam pelaksanaannya banyak dijumpai kesalahan penggunaan Social Media oleh UKM.

Menurut laporan eMarketer, setengah dari total UKM ( 53% small business) mengatakan mereka menggunakan social media menjadi alat online marketing utama mereka. Dalam survey eMarketer lainnya, sekitar 40% usaha kecil menengah (UKM) menggunakan social media Ads (iklan) untuk meningkatkan brand awareness dan revenue.

Berdasarkan data diatas, didapatkan bahwa masih banyak ruang kreatifitas online marketing yang bisa dilakukan. Namun demikian ada beberapa kesalahan umum yang harus dihindari agar penggunaan social media menjadi lebih efektif untuk kegiatan bisnis. Berikut ini 7 kesalahan penggunaan social media yang harus dihindari oleh UKM.

7 Kesalahan Penggunaan Social Media yang harus dihindari

1. Mencoba menggunakan semua jejaring Social Media

Banyak sekali social media network diluar sana, sebut saja beberapa seperti Facebook, Instagram, LinkedIn, Twitter dan Pinterest. Perimbangkan untuk menggunakan beberapa social media tersebut, tentunya jangan gunakan semua secara langsung.

Menggunakan semua tapi tidak ada yang fokus adalah sebuah kesalahan. Salah satu nya akan membuat dampak negative untuk bisnis jika tidak bisa menggunakannya dengan baik. Awali dengan menggunakan 1-2 social media dan coba untuk menguasainya terlebih dahulu. Sekali sudah merasakan dampak positif strategi social media dari komunitas yang aktif, kembangkan dan explore jaringan yang lain. Tentunya perimbangkan social media  yang ideal dimana customer segment kita online.

2. Gagal mengidentifikasi Target Pasar

Tidak semua pengguna social media sama. Statistik yang menyatakan bawha 59% of Facebook users berumur antara 25 hingga 54, dan 71 percent of Pinterest users are female.  Tapi, itu adalah statistik yang umum yang tidak bisa kita gunakan untuk campaign.

Kesalahan mengidentifikasi target pasar merupakan menyebabkan kesalahan penggunaan social media yang fatal. Lakukan sebuah riset dimana demografi yang coba kita sasar. Kemudian desain semua post, banner untuk menarik perhatian dan engage dengan niche market, or your ideal customer, so you’ll see a higher ROI.

Remember, when you try to speak to everyone, you are speaking to no one.

3. Posting tanpa strategi yang jelas

Terlalu mudah membuang waktu memposting hal-hal yang menarik dan menghibur di social media yang bahkan tidak membantu anda mencapai sasaran. Buatlah garis besar dari strategi social media anda, dan tulis konten yang membantu untuk merefleksikannya.

Jika anda kurang yakin dengan pesan yang disampaikan, coba jawab pertanyaan dibawah ini dari sudut pandang pelanggan ideal anda:

  • “What’s in it for me?” (Provide information that will help in their business or personal life).
  • “Can you help me with…?” (Solve a common problem).
  • “How does this compare to…? (Review a product or service).

4. Posting terlalu banyak atau bahkan kurang

Sayangnya, tidak ada magic number yang bisa digunakan untuk menentukan sebarapa sering harus posting di setiap social media account. Banyak research yang harus dilakukan untuk bisa menjawab seberapa sering you should post to various social networks, yang akan memberikan beberapa good starting points.  I even heard another interesting point of view from Michael Stelzner on a Buffer podcast and he said:

“High-quality content can be seen at any time, the old mentality of scheduling when people are there, can be thrown out the window.”

Akhirnya, semua terserah pada anda untuk mencari apa yang berfungsi untuk brand dan audience anda, which will take some experimenting. Do this strategically by making a plan, posting high-quality content and then tracking your results.

5. Menggunakan Social Media sebagai komunikasi searah

Salah satu keunggulan dari social media adalah bagaimana social media memberikan kesempatan untuk berkomunikasi dua arah. Jika anda menggunakan social media sebagai alat komunikasi searah, anda akan kehilangan benefit besar dari social media. Diantaranya adalah menghubungkan brand / perusahaan dengan audience lebih dekat, reputation management opportunities, dan kesempatan untuk mempelajari bagaimana melayani market dengan lebih baik.

Expert marketer Jeff Zabin explained:

“Generating actionable insights from social listening means being able to create structure around unstructured data.”

Dengan kata lain, semakin sering mendegarkan market, competition, dan industry leaders di social media, semakin banyak cara yang anda temukan untuk menggunkan social media dengan lebih efektif.

6. Mengabaikan Bisnis dan Akun Lain

Anda tidak bermain sendiri di social media. Pesaing, sponsor dan komunitas lain yang terkait dengan bisnis dan orang-orang terkenal mempunyai akun dan follower nya.

Jangan gunakan social media dalam kotak anda saja. Don’t use social media in a bubble. Engage with other accounts dengan share post nya, memberikan komen di konten mereka, dan bahkan kerjasama untuk mendapatkan audience yang lebih besar.

7. Melewatkan Analisa dan Pengukuran

Jika tidak mengetahui hasil apa yang diinginkan dari social media, bagaimana anda bisa tahu apakah strategi kita sukses atau tidak? Melewatkan analytics dan gagal untuk mengukur progres adalah sebuah kesalahan besar.

Sangat vital untuk tetap awas dengan “followers, likes, clicks, sales, conversions, website visits and other measurements” sehingga anda dapat menggunakan dan menyesuaikannya sesuai dengan social media marketing campaign dan mendapatkan hasil yang lebih baik.

Lebih dari 60% marketer mengatakan bahwa mengukur ROI di social media marketing adalah sebuah tantangan tersendiri.  Mengukur social media ROI seharusnya tidak sulit, Social media seperti facebook dan google menyediakan insight yang bisa digunakan untuk itu.

Mulai dengan mengidentifikasi apa GOAL dan apa yang dibutuhkan untuk mengukur apa definisi sukses anda. Manfaatkan built-in tools yang disedikan oleh platform social media, kemudian atur waktu secara regular untuk review data.

Jangan jatuh pada kesalahan penggunaan social media yang umum seperti diatas. Jika bisa menghindarinya, social media marketing anda akan lebih kuat dan memberikan hasil seperti yang diinginkan.

Punya kesalahan penggunaan social media yang lain? Let me know in the comments below.

 

7 Kesalahan Penggunaan Social Media yang harus dihindari UKM
7 Kesalahan Penggunaan Social Media yang harus dihindari UKM

Leave a Reply