Saya punya ide Startup: What next?

Eksekusi ide startup kamu dengan perencanaan yang matang

0
1497
Ide Startup
Ide Startup. IMAGE CREDIT: STOCKROCKET

Punya ide Startup, itu sangat keren dan luar biasa. Tapi bagi kebanyakan dari kita, ide itu datang hanya sebatas ide saja dan menyisakan bagian paling beratnya. Yaitu mencari tahu apa yang harus dilakukan setelahnya. Berikut ini beberapa tips untuk memandu kita melakukan beberapa langkah awal mengeksekusi ide startup.

Riset Pasar terkait Ide Startup

Setelah mengembangkan core business ide, beberapa riset pasar harus segera dilakukan. Langkah pertama yang sangat penting adalah menentukan seberapa besar pasar dari bisnis kita. Hal ini penting untuk menentukan apakah bisnis kita layak atau tidak.

Pastikan produk yang kita buat bisa beradaptasi dengan target audience. Kita juga butuh melakukan research tentang trend industry dan pesaing. Belajar dari menjawab pertanyaan berikut ini untuk melakukan research akan membatu kita untuk membentuk dan mempertimbangkan kembali original idea kita. Which is important during the planning phase. Hal ini juga membantu kita mengetahui apa yang bisa dikembangkan oleh perusahaan lain (pesaing), jadi bisa memanfaatkan informasi tersebut untuk pengembangan bisnis kita. Answer this question:

  1. Apakah market sudah dipenuhi dengan pemain lain yang punya kesamaan dengan kita?
  2. Apa competitive advantage yang ditawarkan oleh ide startup kita yang membuat nya stand out?
  3. Dari mana Customer datang dan akankah mereka mau membayar seharga yang kita mau?

Membuat Business Plan Eksekusi

Setelah mendapatkan semua research yang dibutuhkan, saatnya mengambil pena dan kertas untuk membuat Business Plan. Business Plan akan membantu kita menentukan arah bisnis, bagaimana cara kita menarik perhatian Customer, tujuan finansial dan operasional, dan menggambarkan struktur bisnis.

Business Plan juga bisa difungsikan sebagai Internal Roadmap perusahaan atau sebagai alat untuk menjual bisnis kepada potential investor dan pihak lain yang tertarik.

Meluncurkan Propotipe

Apapun produk yang dijual, selalu pastikan untuk melakukan Test Run. Luncurkan basic version dari produk untuk test market, validasi peluang dan minat Customer. Berdasarkan hasil dari test run ini, lebih banyak fitur yang bisa dikembangkan atau diubah sesuai dengan kebutuhan pasar. Meluncurkan prototipe juga memberikan peluang untuk mendapatkan feedback, jadi kita bisa menyesuaikan atau menambah produk jika dibutuhkan.

Estimasi kebutuhan Dana Startup

Setiap startup membutuhkan initial funds untuk memulai bisnis, jadi kita harus membuat estimasi yang tepat sebelum melangkah kedepan. Setelah mengetahui berapa nilai funding yang dibutuhkan untuk membuka pintu bisnis, akan lebih mudah menentukan kemana untuk mencari dana tersebut. Apakah hutang ke Bank? mencari potential investor untuk mendanai? Invest sebagian dari tabungan sendiri atau cari dana dari teman atau keluarga yang mau invest di bisnis kita?

Ada opsi lain untuk mencari dana melalui crowdfund seperti Kickstarter, tempat dimana para entrepreneurs mengumpulkan dana dari micro-donation untuk membesarkan bisnisnya.

Either way, kita harus meluangkan waktu untuk mencari tahu jenis Funding apa yang paling sesuai dan masuk akal untuk mengembangkan bisnis kita.

 

Memulai sebuah bisnis tidaklah mudah. Membutuhkan kerja keras, semangat dan tekat untuk mewujudkan ide startup menjadi sebuah bisnis yang profit. But if you put in the time, kegigihan anda akan terbayar dengan kesuksesan.

Dengan tips ini semoga kita semua mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang apakah anda sudah siap mengubah ide startup menjadi sebuah bisnis yang nyata dan profitable.

Leave a Reply